CERITA FOUNDER
Gw bangun Valoo
dari reruntuhan hidup gw sendiri.
Ini bukan cerita startup. Ini cerita satu orang yang kehilangan segalanya karena mengejar penghasilan tanpa peta β lalu membangun peta yang dulu dia butuhkan.
Empat puluh dua persen korban pinjaman online di Indonesia adalah guru.
Mereka bukan orang yang kurang berusaha. Mereka orang yang sudah membayar harganya duluan β dengan kerja keras β tanpa pernah dikasih petanya.
Buat gw, ini bukan data. Ini hidup gw.
Persis dua kali lipat dari yang gw kumpulkan sampai berdarah-darah.
Dan ini bukan cerita gw doang. Ini cerita Indonesia.
Ini bukan orang-orang yang kurang usaha. Ini orang-orang yang usahanya tidak pernah dikasih arah.
Gw sarjana psikologi, dan bertahun-tahun kerja sebagai business consultant.
Yang membangun obatnya adalah pasien pertamanya.
Gw mulai sejauh yang nol rupiah izinkan.
Gw tidak mau meromantisasi itu, dan gw sudah tidak bekerja seperti itu sekarang. Cara itu tidak berkelanjutan dan itu bukan kepintaran β itu satu-satunya βcara bodohβ yang gw punya waktu itu.
Yang menahan Valoo sekarang bukan usaha. Uang.
Pre-order lo tidak akan membuat hidup gw nyaman. Dia membuat gw bisa menutup satu langkah konkret yang sedang ditahan oleh uang (tools berbayar) β bukan oleh usaha.
Gw tahu, semuanya kelihatan mustahil.
Gw cuma tahu dua hal: taruh mimpimu di bintang utara, lalu terus melangkah kecil hingga sukses. Dan itu persis yang Valoo lakukan untuk lo β dia menghitung siapa lo dan apa yang sudah lo pegang hari ini, memilih satu jalur yang memang punya lo, lalu jalan bareng lo selangkah sehari. Kalau cerita di atas terasa seperti cerita lo, langkah kecil lo ada tepat di bawah ini.
Bantu Valoo Berbuat BaikPenghasilan naik berkat diri lo sendiri.